Ayyoub Bouaddi, Bintang Prancis U-21 Jadi Karang di Maroko vs Brasil

Jakarta, superstition-sar.org Indonesia

Ayyoub Bouaddi, pemuda yang mewakili Prancis dalam Kualifikasi Piala Eropa U-21 2027 jadi karang bersama Maroko di

Piala Dunia 2026

.

Pada 31 Maret 2026, Bouaddi masih memakai seragam Les Bleus dalam pertandingan melawan Islandia. Ia tampil sebagai starter dan membawa Prancis U-21 unggul 2-1.

Satu bulan setengah dari laga itu, 15 Mei, federasi sepak bola Maroko (FRMF) mengumumkan Bouaddi menjadi bagian Maroko. FIFA menyetujui perpindahan kewarganegaraannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak sampai dua pekan setelahnya, pada 26 Mei 2026, Bouaddi diumumkan masuk daftar skuad tim nasional Maroko untuk Piala Dunia 2026. Saat dipanggil usianya masih 18 tahun.

Keputusan pemain yang lahir dai Prancis dari orang tua keturunan Maroko ini bukan jalan mudah. FRMF sudah membidik Bouaddi sejak lama, sejak memecahkan rekor Liga Champions Eropa.

Pada musim 2024/2025, Bouaddi tampil membela LOSC Lille saat berhadapan dengan Real Madrid. Bouaddi pun tercatat sebagai pemain termuda di UCL, 16 tahun tiga hari.

Dari situ FRMF melakukan pendekatan. FRMF meyakinkan Bouaddi bahwa ia akan menjadi bagian tim dalam Piala Dunia 2026 yang mungkin tak didapatnya bersama Prancis.

Begitu dapat paspor Maroko, Bouaddi langsung dipanggil ke tim nasional Maroko. Ia menjalani debut bersama Maroko dalam laga uji coba melawan Burundi. Ia tampil sebagai pengganti.

Setelah itu, saat melawan Madagaskar dan Norwegia, Bouaddi dimainkan sebagai starter. Pelatih Mohamed Ouahbi langsung terkesan dengan kualitas Bouaddi.

Hari yang dinanti-nanti pun tiba, Piala Dunia 2026. Awalnya Bouaddi tak disebut-sebut sebagai pemain inti Maroko untuk melawan Brasil. Rupanya Bouaddi jadi pilihan utama.

Pemuda berambut gondrong itu jadi gelandang. Ia bermain tenang. Saat bertahan garang. Membantu menyerang juga gemilang. Ia bener-benar jadi bintang kecil yang terang.

Lini tengah Maroko jadi solid. Saat Achraf Hakimi melakukan akselerasi, ia mengisi posisi. Barisan tengah Brasil yang jauh lebih berpengalaman dibuat kelimpungan.

ESPN

mencatat, Bouaddi melakukan 87 sentuhan atau yang tertinggi di pihak Maroko. Ia juga menang duel sebanyak sembilan kali, hanya kalah dari Hakimi yang menang 11 kali.

Oleh karena itu ada yang menyebut Bouaddi sebagai pahlawan bayangan Maroko saat menahan Brasil. Perannya sekilas tak terlihat, tetapi begitu vital dalam skema permainan tim.

Vinicius Junior memang ditetapkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut, tetapi Bouaddi jadi karang bagi Brasil. Lini tengah Brasil jadi redup sebab Bouaddi menyerap energi pemain lain.

[Gambas:Video superstition-sar.org]

(abs/jal)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Bisa Nobar, Bandara Changi Bakal Tayangkan Semua Laga Piala Dunia

Baca lagi: FOTO: ARMY Berjuang Amankan Tiket Konser BTS Jakarta 2026

Baca lagi: Gempa Besar M7,8 di Filipina Angkat Dasar Laut hingga 2 Meter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: