
Jakarta, superstition-sar.org Indonesia
—
Lionel Messi tak terima kemenangan Argentina atas Mesir pada babak 16 besar
Piala Dunia 2026
dianggap kontroversial.
Bagi Messi, pertandingan ini berjalan sebagaimana mestinya, dan setiap keputusan yang meragukan dipantau dengan VAR. Karena itu Messi bingung mengapa ada yang menyebut kontroversial.
“Jujur saja, saya tidak mengerti perdebatan ini [kemenangan kontroversial]. Jika Anda berpikir itu bukan pelanggaran, mungkin sepak bola bukan untuk Anda,” kata Messi dilansir dari
Tribuna
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemain mereka jelas-jelas menginjak Martinez sebelum bola dimainkan. Situasi seperti inilah alasan kita memiliki VAR, untuk membantu wasit membuat keputusan yang tepat.”
Argentina unggul 3-2 atas Mesir di Stadion Atlanta, Selasa (7/7) atau Rabu (8/7) dini hari WIB. Awalnya La Albiceleste tertinggal 0-2, tetapi akhirnya bisa berbalik unggul menjadi 3-2.
Dalam pertandingan ini Argentina mendapat satu penalti dan satu gol Mesir dianulir. Namun bukan penalti dan gol dianulir ini yang menjadi titik persoalan kontroversial.
Yang menjadi sorotan adalah gol ketiga Argentina. Sebelum gol Enzo Fernandez tercipta, Mohamed Salah sempat terjatuh, yang itu dianggap sama dengan pelanggaran atas Lisandro Martinez.
Wasit Francois Letexier juga sering mengabaikan pelanggaran pemain Argentina, Alexis Mac Allister kepada pemain Mesir. Karenanya muncul persepsi bahwa wasit lebih berpihak kepada Argentina.
Setelah gol Enzo tercipta, Messi bahkan sempat beradu mulut dengan pelatih Mesir, Hossam Hassan. Akibatnya Hassan mendapat kartu kuning dan asistennya mendapat kartu merah.
[Gambas:Video superstition-sar.org]
(abs/jal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Detik-detik Pesawat Kargo Boeing 737 Hilang Kontak di Laut Arab
Baca lagi: Komisi I DPRD Serahkan Rekomendasi Kajian Nama Tatar Sunda ke Pemprov
Baca lagi: Banjir Bandang di China, 900 Ular Berbisa Bermunculan



One Response
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/node/59903 tadi.