Pelatih Mozambik Puji Kehebatan Indonesia: Tim yang Sulit Dikalahkan

Jakarta, superstition-sar.org Indonesia

Pelatih

Mozambik

, Chiquinho Conde, memberikan pujian kepada

Timnas Indonesia

yang menang 1-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/6).

Gol semata wayang yang memberikan kemenangan kepada Timnas Indonesia itu dicetak Ole Romeny setelah memanfaatkan umpan terobosan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-11.

Indonesia mendominasi permainan dan serangan pada babak pertama. Akan tetapi Mozambik tampil lebih agresif dan solid pada babak kedua. Meski begitu Chiquinho Conde tetap mengapresiasi kemenangan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Indonesia bermain sangat kuat dan sulit ditaklukkan. Tim ini bermain begitu berhati-hati ketika build up. Sayangnya ada gol di awal pertandingan,” ujar Conde usai laga.

“Kami mencoba mengubah taktik bahkan hingga menaruh enam bek untuk menghadapi permainan lawan.”

Conde mengaku tidak memperhatikan performa pemain-pemain Indonesia secara individu. Hanya saja menurut dia, secara kolektif Skuad Garuda tampil bagus.

“Pemain Indonesia bagus-bagus. Saya tidak melihat satu atau dua pemain. Mereka bagus secara kolektif,” ucap Conde.

Dalam kesempatan tersebut Conde juga menyinggung minimnya waktu persiapan untuk timnas Mozambik dalam FIFA Matchday kali ini. Ditambah lagi sebagian pemain inti mereka memilih liburan ketimbang terbang ke Jakarta.

“Ya, waktu sempit itu benar dan kami membawa enam pemain baru. Sayangnya, banyak pemain yang liburan sekarang selama jeda internasional,” tutur Conde.

“Karena itu kami ingin fokus kepada liga domestik dan memerhatikan dua laga internasional untuk laga berikutnya,” ujar Conde melanjutkan.

[Gambas:Video superstition-sar.org]

(afr/jal)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Kasatgas Tito Ungkap Kemajuan Pemulihan Pascabencana di Provinsi Aceh

Baca lagi: 5 Sisa Makanan Ini Bisa Jadi Pupuk Alami Tanaman di Rumah

Baca lagi: Chatib Basri Sebut Nilai Rupiah saat Ini Tak Sama dengan Krisis 1998

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: